Mempelajaricara membuat panel surya adalah sesuatu yang kami putuskan untuk lakukan segera setelah kami menyelidiki harga panel surya baru. Ini benar-benar akan menghabiskan biaya ribuan dolar untuk membeli cukup untuk menjalankan jaringan rumah kita. Harus ada cara yang harga blockboard lebih baik untuk melengkapi rumah kami dan. Denganpercobaan membuat kompor tenaga surya, siswa mampu menyajikan karya tentang cara melakukan penghematan energi dan usulan sumber alternatif energi . Tugas projek yang diberikan dapat berupa kegiatan membuat kompor tenaga surya yang dapat memanfaatkan panas dari sinar matahari sebagai . Prinsip kerja dasar teori kompor payung tenaga surya. Carapembuatan: Pertama-tama, kaleng bekas minuman dilubangi di bagian atas sebanyak 8 lubang. Setiap lubang diperlebar menggunakan obeng Namun, penggunaan kompor alternatif ini dinilai membuat durasi waktu masak menjadi lebih lama. "Jadi kalau LPG anda sedang habis kalian bisa ikuti tutorial dalam video ini. Atau ada yang ingin mengganti Bahanbaku pembuatan pakan ikan harus memiliki kualitas gizi yang baik diantaranya sumber protein. Salah satu sumber protein yang dapat dimanfaatkan adalah limbah ikan tuna, yang diharapkan dapat menjadi alternatif dalam pembuatan pakan ikan. Menurut Riyanto et al., (2012) komposisi kimia jeroan ikan tuna masing -masing kadar air TERPERCAYA☎ WA 0813 2744 6997 Jual Kitchen Fitting Moga, Pemalang 52354 TERPERCAYA ☎ WA 0813 2744 6997 Jual Kitchen Fitting Moga, Pemalang 52354 ~ ☎ WA 0813 2744 6997 Harga Kitchen Set Kompor Tanam Randudongkal, Pemalang 52353 ☎ WA 0813 2744 6997 Kitchen Set Murah Di Pemalang, Jawa Tengah 2022 2023 2024 Pemalang, Jawa zLtz. KOMPOR ALTERNATIF Kompor dengan bahan bakar oli bekas dan air garam saat dilakukan uji coba. /RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA Di rumah, kompor menjadi salah satu perlengkapan yang wajib ada di dapur. Namun, jika biasanya kita melihat kompor dengan bahan bakar minyak tanah ataupun gas, berbeda halnya pada kompor yang penulis temui kali ini. Kompor ini justru berbahan bakar oli bekas dan air garam. RACHMAD RHOMADHANI OLI bekasdari kendaraan biasanya sering kita temui banyak yang terbuang begitu saja. Mengapa? Karena memang dari kata bekas itu menandakan dari pemanfaatannya yang dianggap sudah tak ada lagi. Namun, siapa menyangka di tangan–tangan kreatif penggiat lingkungan dan barang bekas. Oli bekas itu justru menjadi sesuatu yang memiliki manfaat. Bagaimana tidak, dari oli bekas tersebut justru dapat dijadikan bahan bakar pengganti dari minyak tanah ataupun gas pada umumnya. “Daripada oli bekas itu dibuang begitu saja. Ya, awal dari situlah kita mulai memikirkan cara bagaimana oli bekas dapat tetap bermanfaat,” ungkap Sumarsana salah seorang penggerak kompor unik saat mengawali perbincangan kepada penulis kemarin 13/6. Bahkan, dari perbincangan yang cukup hangat kepada penulis. Sumarsana mengaku bahwa diklaim kompor uniknya itu pun lebih irit. Dan tentunya, dari kompor itu mampu menyaingi kompor pada umumnya. Ya, karena memang kompor hasil karya yang juga sebagian besar dari barang bekas itu. Mampu mengeluarkan kobaran api yang cukup besar dan bewarna biru. Ini tentu tak ubahnya seperti kompor gas yang ada di setiap rumah tangga. “Kompor ini apinya warna biru. Tapi, ini ada triknya mengapa bisa bewarna biru dan bukan hitam. Padahal, oli bekas itu jelas warnanya hitam melekat,” ujarnya seraya mulai menguji coba kompornya bersama penggiat lainnya. Di hadapan penulis pun uji coba kompor itu dilakukan. Dan sembari menunggu api itu membiru, Sumarsana menjelaskan bahwa warna biru itu dari adanya air garam grasak. Yang mana, dari percampuran dua bahan tersebut yang membuat apinya membiru. “Kalau secara kimia saya belum paham betul. Hanya, ini dari uji coba yang ada berhasil. Bahwa memang air garam itu mampu membuat api menjadi biru,” katanya. Diceritakannya juga, kompor unik yang dirancangnya itu secara umum dari barang bekas. Misalnya, pada tangki dan rangkaian besi yang menuju pada tungku. Di mana semua itu dari barang bekas yang tentunya tak terpakai lagi, atau tepatnya dari bekas mesin rumput yang sudah rusak. “Ini dari tangki mesin rumput yang rusak. Nah, daripada dibuang sehingga dijadikan tempat bahan bakarnya. Tentunya, itu memiliki manfaat bukan,” ucapnya sembari menunjukkan tangki tersebut. Alhasil, uji coba pun terus berlangsung. Dari pantauan penulis, pertama pada tungku yang terbuat dari tanah liat, terlebih dahulu dimasukkan sekam atau kayu-kayu kecil. Tujuannya yakni agar terdapat bara apinya dahulu. Dan dengan adanya blower sebagai pendorong dari dua campuran bahan oli bekas dan air garam. Api pun mulai muncul dan perlahan warna menjadi biru. Diketahui, dalam metode ini tak harus menggunakan blower. Melainkan, kipas angin biasa ataupun kipas bekas dari AC yang tak terpakai pun dapat dijadikan alternatif pengganti dari blower. “Ini karena adanya blower saat kami mendesain. Ya, sehingga memang menggunakan yang ada dulu. Ke depannya, untuk lebih menghemat anggaran. Maka, bisa saja menggunakan kipas bekas AC yang tak terpakai lagi,” terangnya. Tak hanya itu, lanjutnya, sebenarnya untuk tungku yang ada bahwa dari drum bekas pun dapat menjadi alternatif. Hanya, memang tergantung dari tempat di mana kompor itu berada. Apakah pada ruang yang cukup luas ataupun sebaliknya. “Drum bekas kita ada, tapi karena memang desain kompor ini akan digunakan ke ruang yang sempit. Sehingga menggunakan tungku tanah liat yang ukurannya seperti kompor pada umumnya,” katanya. Meski, pihaknya tak menampik bahwa dari hasil karya itu tetap akan ada penyempurnaan. Misalnya, dengan lebih mengubah desain pada pipa besi yang ada dengan bentuk melingkar. Asal, tetap tak terlalu dekat dengan api pada tangki dan blowernya. “Ini percobaan pertama. Tapi, kita akan tetap lakukan penyempurnaan kembali. Hanya, mengenai teknis api yang sudah berwarna biru, itu sudah membuahkan hasil yang baik menurut kami,” ucapnya kembali. Dari pantauan penulis, kompor unik itu memang dari segi desain memang masih cukup ribet. Namun, fungsi dari kompor sendiri sudah dapat terpenuhi secara baik. Termasuk, tempat tungku sebagai kuali dan ceret air. Penempatannya sudah baik dan benar. Dan dari penjelasan Sumarsana, dalam satu tangki oli bekas dan air garam yang masing-masing berkisar 1,5 liter. Itu dapat memasak air hingga lima kali. Artinya, itu jauh lebih irit dibandingkan dengan kompor pada umumnya. “Tapi, sekali lagi kami akan lakukan penyempurnaan. Mudah-mudahan ke depan akan jauh lebih baik lagi,” tuturnya. Ditanya mengenai cara mengatur besar ataupun kecilnya api? Ia mengatakan bahwa ada pada keran sebagai kuncinya. Namun, tetap dalam mengatur keran terdapat aturan sendiri agar seimbang antara keluarnya oli bekas dan air garam. Pasalnya, jika tak seimbang api akan menjadi hitam. Tentu ini akan berpengaruh pada masakan di atas tungku tersebut. Salah satunya masalah aroma yang ditimbulkan dari oli bekas tersebut. “Aturannya 2/3. Maksudnya yaitu dua air garam dan tiga oli bekas. Jadi, api itu tetap seimbang. Jangan sampai berlebih, oli bekas yang keluar jauh lebih banyak ketimbang air garam,” jelasnya. Ditambahkannya juga, sejauh ini dalam pembuatan kompor unik itu sendiri. Ia mengaku bahwa tak kurang dari 1 hari. Ini asalkan bahan-bahan yang ada sudah tersedia sebelumnya. Sehingga proses pembuatannya pun tak membutuhkan waktu lama. “Setengah hari sudah selesai, karena memang harus dilas dahulu untuk menyatukan antar sisinya,” ucapnya. Lebih lanjut, untuk nama kompor uniknya itu sendiri. Sumarsana mengaku memang untuk nama masih dipikirkannya terlebih dahulu. Hanya, jika melihat dari sejarah pembuataannya, yang mana nama dari kompor unik itu yakni Kompor Subur Mulya. Mengenai alasannya sendiri? Ia menjelaskan bahwa itu karena memang pembuat gagasannya itu terdapat sosok 4 orang, termasuk dirinya. Meliputi, Sumarsana, Burhanuddin, Mahmudin dan Ibu Yulia. “Namanya ini Kompor Subur Mulya, karena memang ini diambil dari singkatan para penggagasnya,” tutupnya. rt SEMARANG -Anggota Babinsa kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk, Semarang, bernama Serda Sodikun dan Serda Dalsono berhasil membuat kompor alternatif bertenaga bahan bakar Pertalite. Kompor tersebut diklaim sangat hemat yang setara antara 1 liter Pertalite dengan dua sampai tiga tabung gas berukuran 3 kilogram. Menurut Dalsono pembuatan kompor tersebut sebagai alternatif bagi warga karena karena dengan modal Rp 300 ribu maka dapat dijadikan sebagai kompor alternatif. Adapun bahan yang disediakan berupa kompor gas kemudian selang, Water Pump, Toples serta lem dan gunting. “Alatnya itu mudah didapat sehingag tinggal merangkai maka jadilah kompor alternatif yang super hemat hemat,” katanya. Setelah barang itu ada kemudian dirangkai dengan selang berukuran 10 mm itu dimasukkan kedalam toples yang sebelumnya didalam toples sudah dimasukkan BBM Pertalite. Kemudian dihubungkan dengan Water Pump yang selajutnya disambungkan dengan listrik maka akan menimbulkan gas dari BBM Pertalite itu yang dihubungkan ke kompor gas. “Memang sebelum kompor gas itu digunakan harus dilebarkan terlebih dahulu sepuyernya dengan menggunakan mata bor agar bisa muncrat uap dari BBM pertalite sehingga menimbulkan gas yang dimanfaatkan untuk kompor. Tetapi kalau menggunakan BBM Pertamax juga semakin baik,” imbuhnya. Dengan penggunaan kompor tersebut, saat ini anggota Koramil 06 Genuk bisa menggunakannya untuk memasak seperti memasak mie atau menggoreng telur ketika piket malam. Selain itu diharapkan untuk penggunaan kompor alternatif itu menggunakan bahan bakar Pertalite yang baru, karena uap yang dihasilkan semakin banyak, ataupun dengan menggunakan kapur barus sebagai pemicu uap agar semakin besar uap yang dihasilkan. “Jadi cara kerjanya itu 1 liter Pertalite setara dengan dua tabung berukuran tiga liter. Artinya satu liter BBM itu tidak habis tetapi yang digunakan gas dari BBM Pertalite yang dipompa dengan menggunakan Water Pump sehingag menghasdilkan gas dan disalurkan ke kompor. Jadi BBM nya itu masih tetap satu liter,” tambahnya. Penemuan kompor alternatif yang dilakukan oleh Babinsa kelurahan Banjardowo yakni Serda Sodikun dan Serda Dalsono ini berdampak positif kepada warga di kelurahan Banjardowo. Sehingga ketika warga akan membuat kompor alternatif itu meminta bantuan untuk diajari oleh kedua Babinsa tersebut. “Biasanya warga yang sudah membeli beberapa peralatan yang akan digunakan sebagai kompor alternatif itu selalu meminta bantuan untuk merakitnya sehingga bisa digunakan,” paparnya. adry-she

cara membuat kompor alternatif